Menentukan “benar” atau “salah”.

Pagi all.

Terkadang ada saatnya ketika kita bingung untuk memutuskan suatu hal itu benar atau salah, penyebabnya bisa karena kurangnya pengetahuan kita terhadap hal tersebut, atau mungkin karena banyak orang yang menilainya benar, tapi diri kita sendiri yakin kalo itu salah. Sehingga jadinya kita bingung, harus ngikutin yang mana, diri sendiri atau kebanyakan orang.

Biasanya kalau mendapati situasi seperti ini, aku si ngeyakinin dulu apa yang telah aku percayai sebelumnya, trus mencoba memahami orang lain mengapa memiliki penilaian yang berbeda.

Intinya, bagi saya benar atau salah-nya tidak terlalu penting, melainkan bagaimana kita memahami pemikiran orang lain ketika dia memutuskan suatu hal itu “baik” atau “tidak” bagi dirinya atau orang lain atau lingkungannya. Setelah kita memahaminya, pasti kita akan mengerti dia, mengerti jalan berpikirnya. Jangan pernah memaksakan seseorang untuk mengikuti prinsip/jalan pikiran diri kita. Kecuali emang semua orang tau kalau jalan pikirannya ada yg salah dan harus diluruskan. And then have a peace world ๐Ÿ™‚

Akhir kata sebagai penutup, (sampai saat ini) aku meyakini kalo gaada yang mutlak benar di dunia ini, kecuali yang ada di AlQuran dan Hadist. Menanggapi semua hal di dunia ini kita hanya berproses untuk mendekati kebenaran.

Bye.
Have a good day all!

Advertisements

Complicated me.

Aku ga suka jadi orang yang harus ngambil keputusan akhir, tapi ku suka sebatas memberikan saran or menunjukan keputusan mana yang bisa diambil. Karena kalo ku yang ngambil keputusan dan ada orang yang menentangnya, ku gasuka kondisi itu. Bukan gasuka sama orangnya. Tapi lebih ke aku gamau bedebat banyak, so kalo kamu udah ngasi mandat ke aku buat nentuin keputusan, yaudah iya-in aja jangan malah banyak nanya why, ku gasuka menjelaskan, cause it’s becoming complicated sometimes. Kita memang ga bisa menyenangkan semua orang, tapi kadang ku benci nerima kenyataan itu. Ku pengen kita semua merasa sama2 senang dengan keputusan yang diambil. Or setidaknya please, terima keputusan apapun itu dengan lapang dada, tanpa nyinyir.

Aku egois ga?
Seolah pengen dihargai tapi ga ngehargai orang lain ._.

Pengen deh teriak:

Ini Karena aku peduli dengan diri sendiri, ku pengen berubah jadi lebih baik, ku cerita ini bukan seolah egois karena ngimongin diri sendiri terus, itu karena ku nganggep kamu orang penting, so ku pengen denger pendapat kamu, menjadikan saran itu sebagai acuan untuk jadi lebih baik.

Who’s know people’s heart?

Good day everyone!

Berbicara tentang menjalani kehidupan, pasti terdapat banyaaaak kisah yang dapat diceritakan dan banyak hikmah pula yang dapat diambil dari setiap kisah tersebut.

Entah sejak kapan aku menyadarinya, tapi yang jelas aku selalu berprinsip, setiap orang pasti berbeda. Setiap orang pasti ada baik dan ada buruknya. Setiap orang pasti punya point of view sendiri. So maklumi saja. Just be you, the way like you want to be treat by others.

Walau terkadang ga selamanya apa yang ada di hati orang lain tercerminkan juga dalam actionnya. Kadang juga kita menjumpai ada orang -let’s say si Buah-, yang ketika ngobrol sama si A bilang suka apel, tapi saat ngobrol ke si B bilang suka jeruk. Tapi ini ga sepenuhnya salah juga kan ya? Siapatau dalam perjalanannya setelah ngobrol dengan si A, si Buah menemukan pengalaman/sudut pandang baru yang akhirnya dia berubah pikiran jadi suka jeruk.

Kita ga bisa langsung nge-judge si Buah ini orang yang plin plan atau orang yang bermuka dua. Yaa karena we never know what exactly on his/her mind and heart atauย  apa yang telah didapatkannya dari yang telah dilaluinya.

So, kesimpulannya?

Who’s know people’s heart?

No one ever will be know, and that isn’t something for you to know too.

 

Salam ๐Ÿ˜Š