Ruminasi.

Ruminasi.
Istilah ilmu psikologi yg merujuk pada kecenderungan seseorang untuk mengingat terus kejadian buruk yang menimpanya, mengulangi rasa sakit yang sama seperti ketika pertama kali mengalaminya, membuat keadaan (psikologi) malah jadi semakin parah (tertekan, terluka, depresi), singkatnya bisa dibilang “gagal moveon”.

Kalo untuk sebagian orang menceritakan masalah ke orang lain bisa meringankan bebannya, beda sama orang yg punya kecenderungan ruminasi. Orang ini mungkin hanya akan diam ketika dia sedang bersedih, bahkan ketika orang lain bertanya, “ada apa?”, “kenapa?”, Atau membujuk agar kita menceritakan hal yg mengganggunya “ceritain aja biar lega, kita kan teman”. Hal tsb bukan hal yg mudah.

Jadi, peran kita disini sebagai seorang teman atau sesama manusia adalah, biarkan aja hal itu. Biarkan dulu dia berusaha menyelesaikan pemikirannya, karena kalau mau, tanpa dipaksa dia pasti akan cerita. Dan mungkin ketika bercerita itu dia telah berhasil menangani ruminasi dalam benaknya, sehingga cerita karena sebatas ingin share dan ingin didengar saja sambil menguatkan dirinya, bukan mencari solusi atau cerita tandingan yang sebanding dengan kisahnya.

Aku punya keyakinan manusia itu kompleks. Tiap individu berbeda dan gabisa di sama-samain. Tiap individu punya pengalaman masing-masing. Dari pengalamannya itulah karakternya terbentuk.

MasyaAllah, itulah kuasa Allah yang menjadikan kita (manusia) begitu indah dangan segala macam karakteristiknya.

Advertisements

Patah Hati! Ugh.

Hari ini aku mau cerita.

Akhirnya, setelah sekian lama aku menyimpannya, aku mencoba untuk mengungkapkan isi hati aku lewat tulisan ini. Semoga aku sanggup ceritanya ya. Haha

Jadi gini, aku gatau apa yang aku rasain.

Aku mencoba menebak, sepertinya aku sedang patah hati. Hikss.

Continue reading “Patah Hati! Ugh.”

Lelah yang tidak terdefinisikan

Ku gatau orang lain banyak yang ngalaminnya juga atau ngga, tapi yang jelas aku selalu ngerasa lelah kalau terlalu lama berinteraksi dengan banyak orang, terlebih apabila diantara orang-orang itu bukan orang-orang yang ku kenal dengan baik. Bahkan terkadang, walaupun kumpul dengan teman-teman sendiri, yang sudah lama ku kenal, kalau durasinya kelamaan pun, aku akan merasa kelelahan, padahal kita ga ngapa2in, misal cuma jalan di mall atau kelamaan ngobrol di tempat makan.

Sering aku pengen ngelawan rasa lelah ini, tapi ya gimana, kan pengen juga kumpul-kumpul kek yang lainnya. Bukannya nyari bahan untuk excuse, tapi hal ini salah satu alasan aku sering menolak untuk gabung dengan suatu kegiatan sosial/kepanitiaan/ajakan nongkrong2 ga jelas. Ku ga pengen tiba-tiba kelelahan karena terlalu banyak berinteraksi dengan people. Konyol si emang rasanya kalo dipikir-pikir (bahkan ku sendiri pun merasakannya begitu), kadang ku ga terima situasi seperti ini, tapi ya mau gimana lagi, aku yang selalu berusaha untuk melawan semua fakta itu, tapi akhirnya malah aku sendiri yang merasa kelelahan diakhir.

So, maaf banget buat orang-orang di sana yang (mungkin) menganggap aku ini orang yang kaku,  seolah punya tembok sendiri jadi susah buat orang lain untuk nge-approach, sombong, atau ansos atau apapun itu namanya, ku pengen bilang ku ga gitu kok sebenarnya hehe, cuma terkadang situasi disekitar yang ngebuat aku terlalu kelelahan dan sifat jutek/ketus ku otomatis keluar kalau lagi lelah :))

Oiya satu lagi, ku kadang juga ga suka menjelaskan alasan dibalik semua action-ku kalau kebetulan ada yang nanya, karena ku punya prinsip gini, aku ga butuh semua orang untuk mengerti aku, cukup pengertian satu atau beberapa orang yang aku pedulikan yang aku perluin, so kalau kebetulan ku tiba-tiba curcol sama kamu tentang kondisi aku yang blablablabla…, congrats, itu artinya kamu adalah salah satu dari sekian orang yang aku pedulikan :), —bukan karena aku ini orang yang suka membicarakan diri sendiri– itu karena aku ga mau kamu salah paham terhadap aku 🙂 aku pasti gaakan berani bilang ini secara langsung, makanya ku tulis disini hahahah (berharap) kamu kesasar kesini somehow.

Dan seperti Mark Manson katakan,
Seiring dengan berjalannya waktu, nilai/prinsip yang dianut sesorang pasti akan berubah, namun bukan berarti dirinya terbebas dari keliru, melainkan mendapati lebih sedikit keliru. Bisa jadi juga mungkin, someday, prinsip aku pun berubah seiring berjalannya waktu, tapi untuk saat ini aku masih tetap dengan prinsip itu.

Kutipan terakhir (dari entah berantah) untuk mengakhiri curhatan yang lebay ini,

“You are the only one who can understand yourself completely, people may not understand you or your situation as an introvert,  but you know better than anything else. Learn to love yourself, enjoy yourself the way as it is, and just forget what the world thinks. Just like anyone else, you have the free will to act as you wish, as long as it doesn’t harm others”.

Menentukan “benar” atau “salah”.

Pagi all.

Terkadang ada saatnya ketika kita bingung untuk memutuskan suatu hal itu benar atau salah, penyebabnya bisa karena kurangnya pengetahuan kita terhadap hal tersebut, atau mungkin karena banyak orang yang menilainya benar, tapi diri kita sendiri yakin kalo itu salah. Sehingga jadinya kita bingung, harus ngikutin yang mana, diri sendiri atau kebanyakan orang.

Biasanya kalau mendapati situasi seperti ini, aku si ngeyakinin dulu apa yang telah aku percayai sebelumnya, trus mencoba memahami orang lain mengapa memiliki penilaian yang berbeda.

Intinya, bagi saya benar atau salah-nya tidak terlalu penting, melainkan bagaimana kita memahami pemikiran orang lain ketika dia memutuskan suatu hal itu “baik” atau “tidak” bagi dirinya atau orang lain atau lingkungannya. Setelah kita memahaminya, pasti kita akan mengerti dia, mengerti jalan berpikirnya. Jangan pernah memaksakan seseorang untuk mengikuti prinsip/jalan pikiran diri kita. Kecuali emang semua orang tau kalau jalan pikirannya ada yg salah dan harus diluruskan. And then have a peace world 🙂

Akhir kata sebagai penutup, (sampai saat ini) aku meyakini kalo gaada yang mutlak benar di dunia ini, kecuali yang ada di AlQuran dan Hadist. Menanggapi semua hal di dunia ini kita hanya berproses untuk mendekati kebenaran.

Bye.
Have a good day all!