Ruminasi.

Ruminasi.
Istilah ilmu psikologi yg merujuk pada kecenderungan seseorang untuk mengingat terus kejadian buruk yang menimpanya, mengulangi rasa sakit yang sama seperti ketika pertama kali mengalaminya, membuat keadaan (psikologi) malah jadi semakin parah (tertekan, terluka, depresi), singkatnya bisa dibilang “gagal moveon”.

Kalo untuk sebagian orang menceritakan masalah ke orang lain bisa meringankan bebannya, beda sama orang yg punya kecenderungan ruminasi. Orang ini mungkin hanya akan diam ketika dia sedang bersedih, bahkan ketika orang lain bertanya, “ada apa?”, “kenapa?”, Atau membujuk agar kita menceritakan hal yg mengganggunya “ceritain aja biar lega, kita kan teman”. Hal tsb bukan hal yg mudah.

Jadi, peran kita disini sebagai seorang teman atau sesama manusia adalah, biarkan aja hal itu. Biarkan dulu dia berusaha menyelesaikan pemikirannya, karena kalau mau, tanpa dipaksa dia pasti akan cerita. Dan mungkin ketika bercerita itu dia telah berhasil menangani ruminasi dalam benaknya, sehingga cerita karena sebatas ingin share dan ingin didengar saja sambil menguatkan dirinya, bukan mencari solusi atau cerita tandingan yang sebanding dengan kisahnya.

Aku punya keyakinan manusia itu kompleks. Tiap individu berbeda dan gabisa di sama-samain. Tiap individu punya pengalaman masing-masing. Dari pengalamannya itulah karakternya terbentuk.

MasyaAllah, itulah kuasa Allah yang menjadikan kita (manusia) begitu indah dangan segala macam karakteristiknya.

Advertisements

INFJ

“An INFJ gives their final answer wholeheartedly, truthfully, certainly, permanently, and absolutely.”

So, if i said yes, it definitely yes. If i said no, it definitely no. If i said i love you, yes i do. If i said i dont like you, its true, not because i hate you, i just feel that way.

Notes. The quotes from https://www.quora.com/When-does-an-INFJ-stop-caring/answer/Rimedane?ch=3&share=3e0db495&srid=3POEO