Patah Hati! Ugh.

Hari ini aku mau cerita.

Akhirnya, setelah sekian lama aku menyimpannya, aku mencoba untuk mengungkapkan isi hati aku lewat tulisan ini. Semoga aku sanggup ceritanya ya. Haha

Jadi gini, aku gatau apa yang aku rasain.

Aku mencoba menebak, sepertinya aku sedang patah hati. Hikss.

Mungkin aku kecewa sama hasil akhir yang di luar ekspetasiku.

Awalnya aku ngira semua ini itu emang cuma becandaan, ga akan ngusik hati sama sekali. Aku pun ngerasanya begitu.

Jadi gini,

Ada satu temanku, lawan jenis, sebut aja namanya si A.

Dia orangnya gimana ya, kek kebanyakan cowok aja, dominan menggunakan logika kalau berpendapat dibanding aku yang selalu bawa perasaaan, suka gombal, suka becanda (yang kadang berlebihan, sumpah ku ga suka!), open minded (sejauh yang aku kenal), suka apa aja dan selalu bersedia menampung hal baru.

Karena pribadinya yang seperti itu, aku tertarik untuk berteman dengannya (dalam arti yang sesungguhnya).

Dia orangnya emang suka gombal, hampir semua cewek dia godain, ga pengen menerka maksud sesungguhnya, tapi aku anggap itu semua becandaan. Termasuk aku yang sering banget digodain. Tapi ya aku anggapnya itu becanda aja, gaada yang serius atau gimana2.

Tapi mungkin pada satu poin tertentu, entah kenapa ku ngerasanya dia ga becanda. Kalo becanda kok keseringan gini. Hmm mungkin dia punya maksud. Dari situ ok aku memutuskan sepihak untuk anggap semua becandaannya ketahapan serius. Aku anggap he has mean saat mengatakan/bertindak sesuatu. Ini hanya ku buat dalam asumsi alam bawah sadarku aja, tanpa konfirmasi ke orangnya. (Kesalahan pertama ni!)

Dia itu orang pertama yang sepertinya menghargai isi kepala aku, pemikiran aku, dan semua hal-hal aneh yang ada selalu ku pikirkan. Dia orang pertama yang mengungkapkan secara jelas kepadaku kalau dia menyukai jalan pikiranku kadang2. Belum pernah aku dipuji kek gini! Seneng aku tu kalau ada orang yang sepemikiran, setidaknya mau menerima pemikiran aku yang kadang aku sendiri anggapnya aneh, makanya aku jarang berbagi pikiran dengan orang, sekalipun itu teman.

Tapi dia….

Aku seneng berteman dengannya, aku suka berbagi pikiran dengannya, walaupun (seperti biasa) aku yang lebih suka dengar semua pandangan/pendapatnya.

Tapi. Satu masa tertentu ku ngerasa dia berubah. (Nah lo!). Dia jadi agak pendiam. Jadi ga pernah nanya-nanya lagi pendapatku. Jadi ga pernah becanda lagi. Mana waktu itu semakin dekat dengan rencana kami (dan teman2 yang lain untuk liburan bersama), yang telah direncanakan berbulan purnama yang lalu.

Aku dan yang lainnya si antusias, menjelang hari H, tapi dia ngga! Bahkan kadang pas kami mengajak berdiskusi untuk kegiatan hari H, dia selalu bilang ntar2 aja. Aku paling sebel memikirkan hal yang ngga2. Takutnya dia gajadi ikut apa gimana karena antusiasmenya jelas merosot dibandingkan saat awal2. Jadinya membuat yang lain ikut2an males2an ngeplan, ya walaupun pada akhirnya kami semua jadi liburan bersama.

Saat liburan itu lah semuanya terungkap wkwkwk. Jelas sudah semua pertanyaan yang belakangan terpikirkan. Mungkin karena sekarang dia udah menemukan tujuannya, dia jadi  dia lebih fokus ke tujuan itu. Ga ada salahnya. Malah bagus kan?

Pernah satu waktu pas kita (dan temannku yang lain) ngobrol-ngobrol , dia bilang, “serius itu cuma ke satu orang”, pengen deh rasanya ku teriak bilang, “iya, tapi bukan berarti yang lainnya dimainin, huh” kan sebel, tapi aku cuma bisa senyum palsu sendiri.

Dia juga pernah bilang, “Dewi si ga jujur sama perasaan sendiri!”

Maksudnya apa coba? Kamu ngeclaim kalau kamu lebih tau isi hati aku yang sebenarnya gitu? Dasar sotoy!

Aku lebih suka dicerewetin, dari pada didiemin kayak gini.

Iya aku tau, tapi aku lebih suka diam kalo aku lagi kesel. Kalo kamu terus ngedesak aku buat ngomong, percuma. Aku malah bakal makin sebel sama kamu. Udah ku bilang, kita itu ga cocok. Tapi dulu kamu yang selalu memaksakan. Ah. Kenapa aku terlalu mudah menelan semua omongan orang. Kenapa aku selalu berpikir semua orang itu jujur dan serius saat mengatakan sesuatu yang akhirnya bikin aku sendiri kecewa saat tau itu ga serius atau bikin kecewa diawal karena ku anggap itu serius padahal cuma becanda. Hadeuh.

Kalo kamu kebetulan baca ini, mungkin ini sedikit penjelasan dari aku, yang belakangan ini berkali kamu bilang, “Dew, maafin aku kalau aku punya salah”.

Dengerin baik-baik ya, sekali lagi kamu ga salah. Aku akuin, hati akunya aja yang kurang lapang, Gpp ini adalah pelajaran buat aku. Dan kalau kamu ngerasa aku sedikit menghindar/menjauh dari kamu, iya aku memang menjauh dari kamu. Aku mau obatin dulu lukanya, kalau sudah sembuh aku mau kita temenan kayak dulu lagi J aku juga pengen dengerin kisah bahagia kamu. Beneran deh.

Premi sementara, aku rasa aku patah hati bukan karena dia udah sama yang lain, tapi lebih karena aku yang terlalu berekspetasi. Aku kecewa karena aku sempat percaya kalau kamu orang yang tepat buat aku ngebuka diri, tapi seharusnya dulu aku kupas lapis demi lapis

-Ditulis 20 Januari 2019, tapi baru dipublish hari ini karena cupu baru berani sekarang wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s