Iya?

Sering ku denger orang bilang, kurang lebih intinya kek gini, “Iya-in dulu aja”, tapi kadang tanpa langsung dibarengi dengan action iya itu. Gatau si maksudnya juga apa. Karena aku selalu kepo dengan behavior orang, setelah ku amati beberapa sampel (alah wkwk), ternyata orang-orang yang mendahulukan “meng-iya-kan” itu kebanyakan orangnya easy going. Ga ribet. Santai. Kurang peduli/ ga mempermasalahkan masalah kecil. Dan ga punya pemikiran jangka panjang mengenai dampak dari hal-hal yang dilakukannya. Jadi bodo amat gitu.

Kalo orang yang gak langsung “meng-iya-kan”, misalnya dibarengi dengan kata-kata lain, seperti “hm..”, “sebentar ya..”, “gimana ya..”, “dipikirin dulu..”,”mau si..”, cenderung tipe orang yang pemikir, berhati-hati dalam bertindak. Kaku. Dan punya vision (mungkin) takut-takut actionnya nanti ga sinkron sama ucapannya. Mungkin didalam dirinya ada beberapa pertimbangan lain, jadi agak menahannya untuk bilang “iya”.

Tapi keduanya ada plus minusnya menurutku. Kalo kalian cenderung ke yang mana?
Alasannya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s